Salam sejahtera,

Puji Tuhan untuk satu kesempatan lagi untuk menyambut tetangga sekitar rumah datang ke rumah kami dan mengucapkan “Selamat Natal, “Merry Christmas” dan “Selamat yaa”. Ada yang lewat depan ruman lalu mampir namun tidak masuk rumah, ada yang masuk ke dalam rumah namun tidak lama singgah dan adapula yang menyempatkan berbincang-bincang. Aku sangat mensyukuri toleransi beragama di sekitar rumah kami di Praja Dalam, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dibandingan kondisi di rumah orang tua dan mertua, disana sepertinya budaya mengucapkan “Selamat Natal” sudah sangat menurun, entah karena apa. Mungkin sejak adanya pengajaran dari tokoh agama yang melarang mengucapkan “Selamat Natal” atau karena adanya faktor lain..

Di kantor pagi inipun, kembali lagi aku bersyukur kepada Tuhan, khususnya dari rekan-rekan yang tidak seiman mereka mengucapkan “Selamat Natal, “Merry Christmas” dan “Selamat yaa”. Semoga keterbukaan dalam toleransi beragama di sekitarku terus terpelihara dan bahkan semakin meningkat kualitasnya.

Selamat Natal dan Tuhan Yesus Juru Selamat dunia memberkatimu