fwd wg_TOSIN: Renungan firman Tuhan.

 

RINDU KEDIAMAN ALLAH

Nas: Mazmur 84:3 “Jiwaku hancur krn merindukan pelataran-pelataran Tuhan; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kpd Allah yg hidup.”

Bait Allah adalah tempat paling sentral bagi Israel. Di sana Allah hadir mengajar dan memberkati. Berdirinya Bait Suci mengalami proses panjang. Dimulai dgn Menara Babel, rumah tinggi yg dinaiki utk lebih dekat bertemu dgn Allah. Kemudi-an pendirian Mezbah-mezbah. Selanjutnya Kemah Suci dari tenda besar tempat Tabut Perjanjian disimpan. Terakhir raja Salomo mem-bangun Bait Suci. Lalu krn beberapa kali perang, Bait Suci itu hancur dan kini tinggal TEMBOK RATAPAN sbg bagian yg asli dari Bait Suci dahulu. Di tembok ini dan di berbagai synagoge umat Yahudi berdoa.

Nas ini disampaikan saat Bait Suci belum terbangun. Tapi pelataran Kemah Suci sdh dipandang sbg hadirat Allah dan tempat beribadah mendapatkan nubuat dan berkat. Bertemu dgn hadirat Allah sangat mendesak sampai jiwa mrk hancur merindukanNya. Apabila mrk dpt menikmati pelataran-pelataran Tuhan, sukacita mrk akan meluap krn Allah itu hidup.

Saudaraku. Seberapa besar kerinduan kita beribadah? Adakah sukacita meluap saat hari ibadah tiba? Anak Sekolab Minggu menyanyi-kan “Hari ini hariNya Tuhan, mari kita bersukacita..” Apa-kah orangtua dan kaum dewasa masih merasakan saat indah ini? Kuatirku, kita sdh plot hari minggu menja-di hari adat, rekreasi, arisan dan berbagai kegiatan yg melupakan persekutuan dgn Tuhan. Marilah memanfaat-kan hari ibadah secara maksimal, bahkan setiap hari, boleh pagi atau malam, kita menjalanjnya dgn ibadah keluarga, agar kita menikmati sukacita oleh hadirat Allah dlm jadual kehidupan kita. Amin.