Adakah yang pernah menyangka bahwa kapal Titanic dapat tenggelam ?

Adakah yang pernah menyangka bahwa Uni Sovyet akan runtuh ?

Adakah yang pernah menyangka bahwa Tembok Berlin akan roboh ?

Adakah yang pernah menyangka bahwa Keamanan Nasional AS dapat ditembus oleh teroris ?

Adakah yang pernah menyangka bahwa “raksasa-raksasa” finansial AS akan bangkrut dalam waktu tidak terlalu lama ?

Tidak pernah ada yang menyangka atau sulit untuk disangka bahwa hal-hal tersebut dapat terjadi. Namun hal itu sudah terjadi.

 

Kapal Titanic tenggelam karena mengandalkan “teknologi dan konstruksi”nya

Uni Sovyet runtuh karena mengandalkan idealisme komunisnya.

Tembok Berlin roboh karena cerita masa lalu yang “menakutkan” tidak lagi menakutkan.

Keamanan Nasional AS ditembus oleh teroris karena ternyata Sistem Keamanan tercanggihpun tidak aman seutuhnya.

“Raksasa-raksasa” finansial AS bangkrut karena justru kepandaian “spekulasi” finansial mereka sendiri.

Setiap hal di atas mengandalkan “dirinya sendiri”; yaitu teknologi, idealisme, masa lalu, security, dan kepandaian.

 

Telah nyata dan terbukti bahwa mengandalkan segala sesuatu/apapun juga di dunia ini akan sia-sia, tidak menjamin. Maka kita perlukan andalan yang sejati dan terjamin. Dimana kita akan memperoleh andalan itu? Tentu, hanya bersama Tuhan Yesus Kristus.

 

Melalui Matius 9:35, 36 “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” Dapat kita baca Tuhan Yesus mampu melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Tuhan juga melihat bahwa orang banyak (kita tentunya) seperti domba yang tidak bergembala. Seperti domba yang tidak ada yang memimpin dan memelihara mereka. Yang tidak tahu arah tujuan yang benar, tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini dalam menghadapi tantangan hidup dan juga tidak tahu bagaimana menjalani masa depan.

 

Bangsa Israel adalah bangsa yang dipilih TUHAN untuk menjadi saluran berkatnya. Dan sejarah perjalanan bangsa Israel dapat dijadikan sebagai pelajaran berharga. Pada waktu TUHAN menjadi Gembala, berkat-berkatNya melimpah dan disertai juga dengan damai sejahtera atas bangsa Israel; jasmani maupun rohani. Pada waktu “diri sendiri” menjadi gembala dan tidak mau lagi digembalakan oleh TUHAN, yang terjadi adalah kekalahan dan kejatuhan satu… kekalahan dan kejatuhan lainnya, dibanyak bidang kehidupan mereka; jasmani maupun rohani. Mereka “tenggelam, runtuh, roboh, ditembus dan bangkrut”!!! Namun pada waktu mereka bertobat dan kembali pada pimpinan TUHAN Gembala yang Agung, berkat-penyertaan-damai sejahtera kembali hadir dalam kehidupan bangsa Israel.

 

Kitapun sebagai Orang Percaya jaman ini dipilih Tuhan untuk diberkati dan menjadi berkat bagi “dunia”. Dunia adalah seisi rumah dan lingkungan masyarakat-pekerjaan; dimana saja Tuhan mempercayakan kita untuk tinggal dan berkarya.

 

Bagaimana keadaan “dunia” sekarang ini? Apa yang dapat kita lakukan untuk menjadi berkat bagi “dunia” sekarang ini?

Maka agar tidak “tenggelam, runtuh, roboh, ditembus dan bangkrut”, mari beri diri untuk digembalakan oleh Tuhan; melalui persekutuan secara pribadi denganNya dan persekutuan dengan orang percaya lainnya dalam doa-pujian-dan ucapan syulur serta melalui suka-duka menjalani hidup hari lepas hari digembalakanNya.

 

“Tuhan tolong saya untuk memberi diri dengan tulus dan iklas turut dalam penggembalaanMu, waktu demi waktu. Karena melalui penggembalaanMulah hidupku menjadi berarti dan itulah yang terbaik bagiku. Amin”.

 

 

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Matius 11:29